Senin, 19 Januari 2015

ADAB TIDUR SEHAT ALA RASUL

Indahnya Islam. Bahkan masalah tidur pun dicontohkan dan dijelaskan dengan baik oleh Rasulullah. Allah sendiri menjelaskan bahkan tidur sangat dibutuhkan untuk kesehatan melalui Alquran yang berbunyi : "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat." (Q.S An-Naba [78] : 9).

Tidur sendiri memiliki manfaat kesehatan. Seluruh sistem kerja tubuh dapat terganggu karena efek dari tidur yang kurang sehat. Setiap orang hampir menghabiskan 1/3 waktu hidupnya untuk tidur.

Berikut ini akan dijelaskan tahapan tidur Rasulullah yang dapat ditiru untuk kesehatan tubuh melalui tidur
1. Waktu Tidur
Sebaiknya kita tidak tidur larut malam dan segera tidur setelah shalat isya. Tidur larut malam atau bahkan begadang, selain dapat mengurangi kualitas tidur tapi juga berpotensi merusak sistem kerja tubuh manusia. Fakta ini berkorelasi positif dengan hadits Rasulullah yang memerintahkan umat Islam untuk segera tidur setelah Shalat Isya. Hadits tersebut berbunyi sebagai berikut :

"Bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum (shalat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya (begadang)." (HR Bukhari dan Muslim).
2. Berwudhu Sebelum Tidur
Nah, yang kedua yaitu berwudhu. Rasulullah senantiasa berwudhu sebelum tidur. Dengan berwudhu, dapat membersihkan kotoran-kotoran yang menempel. Kebiasaan berwudhu Rasulullah dijelaskan melalui hadits berikut :

"Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur) maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat." (HR Bukhari).
3. Berdoa
Bagi muslimin, doa merupakan sebuah senjata. Pun termasuk ketika akan tidur, Rasulullah menganjurkan kita untuk berzikir dan berdoa sebelum tidur sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut :

Rasulullah SAW bersabda ,"Barang siapa tidur di suatu tempat tanpa berzikir kepada Allah, maka ia pun akan mendapatkan hal-hal yang ia sesali dari Allah." (HR Abu Dawud).

Rasulullah sendiri memberikan contoh dalam berdoa sebelum tidur. Dalam sejumlah hadits, Rasulullah ketika akan berbaring membaca doa "Bismikallahhumma ahyaa wa bismika amuut." Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan ketika bangun, Rasulullah berdoa "Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin nusyuur." Artinya : Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya-lah kami akan kembali (HR. Bukhari)
4. Posisi Tidur
Nah, tahapan yang satu ini sangat lah penting. Posisi tidur termasuk menentukan kualitas tidur dan sangat mempengaruhi kesehatan. Posisi tidur yang biasa dilakukan Rasulullah dijelaskan melalui hadits yang berbunyi “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa bila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kari (rusuk kiri sebagai tumpuan).
Fungsi posisi tidur miring sebelah kanan sangat menentukan kualitas kesehatan tidur. Berikut ini manfaatnya :

a. Mengurangi beban kerja jantung. Tidur dengan miring ke kanan dapat mengurangi beban kerja jantung. Dengan menghadap ke kanan, posisi jantung menjadi rileks dan membuat distribusi darah dapat merata ke seluruh tubuh.

b. Pencernaan menjadi lebih mudah. Dengan menghadap ke kanan, posisi lambung dan usus dua belas jari menjadi menghadap ke bawah. Posisi ini dapat membantu kerja lambung. Dengan adanya gaya gravitasi sebab mulut lambung menghadap ke bawah. selain itu, dapat mempermudah kerja batang tenggorokan di sisi kiri yang membantu organ ini menghasilkan lendir dengan cepat.
5. Posisi Tangan
Ketika tidur, Rasulullah SAW senantiasa meletakkan tangan kanannya di bawah pipi sebelah kanan. Hal ini diperkuat dengan hadits yang berbunyi "Rasulullah SAW apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya." (HR Abu Dawud).

Meski tidur memiliki sejumlah manfaat, namun Rasulullah selalu mengingatkan kita untuk mengurangi tidur di 2/3 malam dengan menjalan Shalat Sunnah Tahajud. Hal ini dijelaskan Rasulullah dengan hadits yang berbunyi "Hendaklah kalian bangun malam sebab itu kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian." (HR At-Tirmidzi).

Dengan tidur sesuai tuntunan Rasulullah, tidur dapat menjadi wahana pendekatan diri terhadap Allah dan meningkatkan kesehatan. Subhanallah, sungguh terdapat banyak hikmah di setiap sendi hidup Muhammad tercinta.

@akhi Ujang Sadili

0 komentar:

Posting Komentar