Minggu, 12 April 2015

Taklukanlah Dirimu Sendiri

Lulus sekolah bukanlah akhir dari perjalanan hidupmu, tapi justru itulah awal kehidupanmu"

Kata itu adalah kata-kata yang pernah kudengar beberapa tahun lalu ketika air mata menetes dalam perpisahan, yang pada saat itu aku belum mengerti maksudnya. Yang kutahu hanya kesedihan harus meninggalkan masa indah kala itu. Dan kini aku mengerti, air mata itu ternyata bukanlah sekedar air mata sedih tetapi juga air mata takut. Ya, ketakutan akan masa depan memang selalu hadir dalam benak setiap orang meski tak sedikit juga motivator yang selalu mengkampanyekan untuk "Hiduplah pada hari ini" tapi rasa takut itu tetap ada dalam naluri alamiah seorang manusia. Masa depan selalu menjadi misteri, pertanyaan "Bagaimana hidupku kelak?", "Apa yang harus aku lakukan nanti?" dan bla bla bla... masih banyak pertanyaan pada yang orang sebut misteri itu.

Saat ini ku bilang, "Ini hidup yang begitu kejam" tapi iman selalu mengatakan, "Ini yang terbaik yang Tuhan tuliskan untukmu"
Saat ini kubilang, " Kenapa ini terjadi pada hidupku?" tapi iman mengatakan "Karena Tuhan sayang padamu." (meski ku tak tahu maksudnya)
Saat ini kubilang, "Sungguh tak kuat kujalani ini, ini berat bagiku" dan iman kembali tenangkan dengan katanya, "Tuhanmu tak akan memberimu ujian kecuali sesuai kesanggupanmu, ingat Tuhanmu lebih tahu akan hidupmu." Dan ketika kubertanya kembali, "Apakah aku sanggup jalani ini?" dan iman selalu lebih bijak menyikapi masalah, ia justru berbalik tanya, "Tak percayakah kau pada Tuhanmu sendiri?", pada saat itu pula aku tersungkur memohon ampun.

Sungguh benar, keimananlah yang akan membuat seseorang lebih kuat dari yang ia kira. Tapi ya beginilah aku dengan iman yang belum seberapa. Walau bagaimanapun kembali lagi pada arti dan makna dari kata `iman` itu sendiri, "Percaya dan Yakin pada Allah". Sudah, itu akan menimbulkan husnudzon yang dapat mengantarkan pada ketenangan dan ketegaran yang luar biasa. "Kau mampu lebih dari yang kau kira, Tuhanmu lebih mengetahui yang terbaik untukmu."

Baik, masalah yang datang setelah kelulusan itu bukan lah lagi masalah `cinta` ataupun masalah `kekangan orang tua` bukan masalah-masalah anak ABG seperti sebelumnya. Tetapi lebih dari itu, masalah itu adalah menghadapi diri sendiri. Iya, masalah terbesar adalah bagaimana kita mampu menekan egois kita, bagaimana kita mampu mengontrol emosi kita yang saat ini masih sangat labil, bagaimana kita memilih jalan yang baik (bukan lagi hanya mampu menilai) tetapi harus sudah bisa memutuskan untuk memilih jalan yang baik dan menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan semangat. Adalah bagaimana untuk terus bersabar saat emosi begitu membuncah, disaat semua orang yang datang adalah mereka yang didatangkan untuk menguji kesabaran kita. Adalah bagaimana kita mampu bersikap bijak pada masalah yang datang dan bagaimana kita mampu mengesampingkan egois kita.

Kita adalah manusia, yang pada dasarnya penuh khilaf dan kealfaan tetapi hidup ini adalah proses. Proses pembentukan jiwa kita, penbentukan mental kita, kita adalah muslim. Seorang muslim harus kuat, karena ia adalah khalifah di bumi. Seorang khalifah haruslah bijak dalam menyikapi masalah. Dan masalah dapat teratasi dengan keimanan seorang muslim, pada keyakinannya akan kuasa Tuhan. Kita adalah muslim yang seharusnya memerangi kebathilan, tugas yang berat.

Berat, karena yang harus dihadapi adalah nafsu dalam diri sendiri. Seperti kata Allah dalam kitabNya bahwa ia jadikan kebathilan itu indah, ia jadikan kebathilan itu hal yang sifatnya menyenangkan. Oleh karenanya, sungguh ini berat bagi kita untuk melawan nafsu kita sendiri. Kita adalah manusia yang hanya menyukai kesenangan tapi disamping itu, kita adalah seorang muslim yang menanti kesenangan yang abadi, yang mengharapkan ridha sang illahi. Kita adalah seorang muslim, yang dijanjikan Allah adalah kesenangan abadi di kehidupan setelah hidup kita di dunia ini, maka bersabarlah.

Saat ini tugas kita adalah melawan diri sendiri, dan bersabar menanti janjiNya. Harapan kita, ridho sang illahi. Tujuan kita Al Jannah tempat kediaman mulia penuh kedamaian. Maka bersabarlah wahai kaum muslimin, kata Allah orang sabar akan beruntung "Man shobaru Zafira".

Dan ku tak kan mampu melawan diri sendiri melainkan karena pertolonganNya, Bismillah dan Lillah.

#KN

0 komentar:

Posting Komentar